Sabtu, 10 Desember 2011

Istri ML dengan Tukang Pijat

Istri ML dengan Tukang Pijat
Sudah sekitar 2 bln terakhir ini gw sering berfantasi yg mungkin bs dibilang nakal. Yakni

merasa lbh horny jk melihat istri gw ML sm cowok lain. Ya.., mungkin krn khdpn seks yg

monoton. Seiring dengan berjalannya waktu gw berhasrat ingin mencoba merealisasikan fantasi

gw tsb.

Istri gw tergolong alim & pemalu. Pernah gw pancing ide gila ini sewaktu sedang ML

dengannya. Walhasil... do’i marah bro.

Hingga suatu hari muncul ide yg mnrt gw cocok untuk merealisasikan fantasi gw tsb.

Awalnya gini, untuk menjaga kebugaran & vitalitas tubuhnya, istri gw sering dipijat. Tp

selama ini yg mijat adl ibu2x tua. Ya.., namanya juga tukang pijat beneran.


Sedikit info ttg istri gw, usianya 29 th, tingginya 165cm, ukrn bra 36B. Kulit kuning

langsat. Facenya sepintas spt Dina Lorenza.

Kejadian ini berawal ketika suatu hr gw pernah baca iklan dikoran tentang pijat refleksi.

Bermodalkan info tsb, lalu gw ketempat pemijatan tsb. Singkat cerita, setelah mendapatkan

info yg gw butuhkan, akhirnya gw membuat janji dgn pengurus panti pijat tsb mengenai kapan,

siapa yang yg memijat & dipijat, kategori pemijatan & tempatnya.

Di hari & tempat yg telah dipersiapkan, sekarang gw tinggal menunggu waktunya sj. “Jam

berapa Mas pijatnya?” tanya F istri gw. “Jam 9”. “Kok ga suruh Bi Tika sj sih yg pijat.

Kaya’ biasanya?” “Pijat yg satu ini lain. Namanya juga refleksi. Bukan spt pijat urut

biasa. Tp fungsi utamanya utk merelekskan otot2x yg kaku. Bahkan bs menyembuhkan penyakit

tertentu jika rutin”.

Tepat jm 9 lwt 10 menit sang pemijat pun datang.

“Malam Mas T. Maaf sy sdkt terlambat.” “Ndak apa2x. Kebetulan anak2x sdh tidur, jadi ga ada

yg ganggu. Maklum msh kecil2x.”

Setelah perkenalan sejenak dgn istri gw, lalu acara pemijatan pun dimulai.

Sengaja gw pilih ruang kamar tidur khusus tamu dlm proses pemijatan kali ini. Karena

sebelumnya gw sdh memasang hidden cam di salah sudut kmr tsb. Jd nanti gw bs leluasa

memantau seluruh isi ruangan.

“Bisa dimulai skrng Mbak F” tanya A kepada istri gw. Sdkt info lagi, pemijat yg gw pilih

memang usianya lebh muda 3 th dr istri gw. Dan face-nya pun lumayan ganteng. Kulitnya

kuning, tinggi sktr 170 cm.

Istri gw berbaring telungkup diranjang yg memang khusus utk 1 orang. Dia hanya berbalut

kain tp msh menggunakan bra & cd.

A memulai aksinya. Pijatan dimulai dari telapak kaki. Gw memperhatikan dgn seksama setiap

gerakannya.
“Kalo terasa sakit, bilang ya Mbak,” ucap B kepada istri gw. “Iya,” jwb F singkat.
Sambil memijat B berusaha bersikap sopan baik dlm berbicara maupun bertindak. Dan untuk

mencairkan suasana, kami bertiga pun terlibat perbincangan ringan.

Hampir 10 menit berlalu, tahap pemijatan berhenti didaerah lipatan dengkul. Kemudian B

beralih ke punggung.

“Maaf Mbak F, sy buka bra-nya ya. Soalnya mau diberi minyak?” Dengan posisi kepala yg

miring, Istri gw melirik kearah gw. Dan gw pun mengangguk pelan. “Buka sj A, biar nggak

mengganggu,” jwb gw.

F mulai kelihatan rileks. Dan dia mulai menikmati pijatan B didaerah punggungnya.

“Aku ke WC dulu Ma, udah kebelet nich,” kata gw pura2x. Padahal disinilah awal fantasi gw

bermulai. Lalu gw meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.

Keluar dr kamar gw tdk menuju ke WC melainkan ke ruang tamu sambil menghidupkan alat

perekam dr hidden cam yang sdh gw pasang.

Video receiver & recorder yg gw beli cukup kecil tp lumayan canggih. Selain kualitas gambar

yg cukup bgs, alat ini juga dilengkapi dgn audionya.

Sungguh pemandangan yg bs bikin horny melihat istri gw disentuh & diraba oleh pria lain.

Apalagi ketika A minta izin istri gw utk menurunkan sdkt cd-nya krn akan memijat daerah

pantat.

Gw semakin horny ketika melihat aksi A yang agak menekan-nekan jarinya didaerah pangkal

tulang ekor pantat istri gw. Dan istri gw pun kelihatannya semakin rileks dan menikmati

setiap sentuhan & pijatan A.

Gw mengambil inisiatif utk cari alasan keluar rumah supaya mereka bisa lebih leluasa. Dgn

berpura-pura keluar dr WC, gw msk lagi kedalam kamar.

Pemandangan yang indah. Kini cd F sudah berada di daerah dengkulnya. Meskipun pantatnya

tertutup kain.

“Ma., aku keluar sebentar mau beli nasi goreng. Mama mau nggak?” Istri gw hanya menjawab

dgn gelengan pelan dengan mata yg terpejam.

Kelihatannya dia sudah benar2x rileks. Lalu gw pun keluar dgn menghidupkan motor. Dan

berlalu.

Beberapa meter dr rumah, gw mematikan mesin. Lalu gw kembali lg kerumah. Dan masuk lewat

pintu belakang yg sengaja tdk gw kunci. Dari dlm dapur, gw mulai menonton aksi A.

Pemandangan yg gw lihat semakin indah. Kini cd F sudah terlepas dari tubuhnya. Samar-samar

gw bisa mendengar percakapan mereka krn gw sengaja mengecilkan volume audionya.
A sekarang memijat bagian paha F. Ketika kamera zoom-nya diperbesar, gw dpt melihat dgn

jelas ada sesuatu yang menonjol dibalik training A.

“Jika terasa sakit, bilang ya Mbak.” F hanya mengangguk pelan. Tangan A semakin naik keatas

pangkal paha F. Terlihat jelas posisi F yang mulai berubah. Dia mungkin sdng menahan geli

atau juga merasakan sensasi tertentu ketika jari2x A terkadang dengan sengaja menyentuh

vaginanya.

Posisi kaki F sekarang tidak serapat pada saat mulainya pemijatan. Sedikit demi sedikit

mulai melebar baik sengaja atau pun karena akibat pijatan A yg membuatnya bergeser.

“Enak Mbak F?” Istriku hanya terdiam. Mungkin karena agak malu.
“Mas T beli nasi gorengnya di mana mbak?” “Di daerah L” balas F.

Jarak tempuh dr rumah ku ke daerah L sekitar 15 menit PP. Proses pemesanan kira2x 15 menit.

Jadi ada wktu 30 menit. Mungkin itu yg ada dalam benak A.

A menuangkan sedikit minyak di atas bongkahan pantat F. Dan mulai memijat lembut lalu turun

kearah anus F. Mendapat sentuhan itu F secara reflek menggoyangkan pantatnya.

A merasa mendapat angin segar. Tampak sekali A berusaha merangsang F dgn sentuhan2xnya baik

didaerah anus maupun daerah vagina F. Dan sekarang tanpa malu2x lagi bahkan lebih intensif.

F istri gw pun tampak semakin menikmatinya.

Suasana horny didalm ruangan gw ganggu sejenak dgn bunyi sms yg sengaja gw kirim ke F yg

beritanya bahwa ban motor gw bocor. Jadi mungkin agak lama br bs kembali kerumah.

Jawaban yg gw terima sedikit mengejutkan. “Iya..., ndak apa2x. Sebentar lagi pijatannya

udah selesai”. Setelah mengirimkan sms, A melanjutkan lagi pemijatannya.

Kali ini di mulai memijat daerah leher. A berdiri tepat di atas kepala F yang sekarang

kepalanya disuruh menghadap sejajar ranjang.

Dengan memijat2x lembut sesekali tangan A mengelus punggung F. Dengan posisi mata tetap

terpejam, F nampak sekali menikmati setiap sensasi yang dirasakannya.

Tangan kiri memijat lembut pangkal leher F dan tiba2x tangan kanannya mengelus dan mengusap

vagina F yang menurut gw pasti sudah sangat basah.

“Ach...., ach.., terdengar desahan F. “Nikmati saja mbak” ucap A sambil mulai memasukan

jarinya kedalam vagina F. “Hmm..., ackh....” Nafas F semakin tidak teratur.

Lalu.., A menarik tangan kanannya dan tiba2x mengeluarkan kontolnya. Kini pemandangan yg

kulihat benar2x dahsyat. Dengan posisi berdiri diatas kepala F, kontol A berada tepat

dihadapan mulut F. Meskipun F belum menyadarinya karena sedari tadi matanya terpejam.

Setelah itu, A memainkan kembali tangannya di daerah vagina F.

“Mbak.., tolong buka matanya,” pinta A. Lalu perlahan F membuka matanya. F sempat kaget

mendapati ada sebuah torpedo yang mengacung tegak dan jelas lebih besar & panjang dari

punya gw berada tepat didepan mulutnya.

Dengan nafas sedikit memburu, tanpa diperintah, dengan perlahan F mulai mencium dan

menjilat kontol A. A memajukan sedikit posisi berdirinya agar F dapat dengan mudah

memasukan kontolnya kedalam mulutnya.

Sungguh diluar dugaan gw. Ternyat F yg selama ini gw kenal agak sedikit berbeda. Dengan

lembut F mulai mengulum & menghisap batang kontol A. Mendapat perlakukan spt itu, A

menyuruh F berbaring terlentang tanpa melepaskan kontolnya dari mulut F.

Lalu A mulai meraba dan menjilat toket F.
Mereka melakukan aksi seperti itu sekitar 5 menit. “Boleh sy masukan mbak?”
F mengangguk pelan. “Jawab dong mbak,” ucap A pelan sambil mulai mencium bibir F. Karena

pengaruh libido yg sdh tidak terkendali, gw melihat F mulai bertindak diluar kendalinya.
“Boleh,” ucap F lirih.

Kemudian A memposisikan kontolnya didepan vagina F. Dengan sekali dorongan halus,

perlahan-lahan kontol A masuk kedalam memek F. “Aacchhh...,” desah F.

A mulai memompa pantatnya secara perlahan. F yang dalam kendali birahi seolah-olah

mengimbanginya.

Oohh., nikmat sekali memekmu mbak. Sempit sekali. Bagaimana kontolku mbak. Nikmat? Tanya A.

“Iya...,” “Apanya mbak? Pancing A. “Kontolmu nikmat. Besar & panjang.” Nikmat mana dengan

punya suamimu mbak?
“Eh...ackh.. nik..mat kontolmu.”

“Yeaach..., nikmatilah Mbak, nikmatilah kontolku.”
Uch...achk, Terdengar desahan F Istri gw.

“Agak cepat A. Genjot yg cepat. Ack..., yah..., genjot yg keras A.” Teriak F. “Apanya yg

digenjot Mbak?” Pancing A. “Memekku A. Genjot memekku.”

“Aa....aaack....., aku hampir sampai A. Terus...., yg cepat..” nafas F semakin memburu.
Perkiraan gw sebentar lagi F pasti akan merasakan orgasmenya. Namun beberapa detik

kemudian, ternyata A mencabut kontolnya dari vagina F.

“Jangan dicabut A, please..., aku belum dapet. Please.., masukan lg kontolmu A. Aku

mohon...,” pinta F.

“Tenang aja mbak. Pasti aku masukan lagi. Tapi, kita ganti posisi dulu. Sekarang mbak

nungging ya..? perintah A.
Demi meraih orgasme dan karena dipengaruhi birahi yg tinggi, F istri gw seolah-olah

melupakan statusnya sekarang.

Tanpa diperintah kedua kalinya, F langsung mengambil posisi menungging.
Melihat lubang memek F yang menganga, A langsung mengarahkan kontolnya.
Blezzz.., kontol A yang panjangnya ge perkirakan 20 cm langsung lenyap ditelan memek F

istri gw.

“Ackh..., pelan-pelan A,” erang F. Tapi A tdk menghiraukan ucapan F. Begitu kontolnya

amblas, langsung digenjotnya cepat-cepat.

“Oh.., yeach.., nikmat sekali memekmu F. Legit.”
Nafas F kian memburu mendapat perlakuan sedikit kasar dari A.
“Terus.., genjot terus yang cepat. Ackh..., ackh...., oohhh..,” F kian meracau.

“Semakin cepat A. Aku udah mau sampe..., ackh..”
Mendengar ucapan F, A tiba-tiba langsung mencabut kontolnya dari lubang memek F.

“Aduh.., please A jangan dicabut. Please..., masukan lagi,” terdengar suara F sedikit

menghiba.

Lalu A membalikan tubuh F. Disuruhnya F mengangkang. Kemudian..., Blezzz, kontol A masuk

lagi.

Sambil melumat bibir F, dengan genjotan berirama dan pelan A mulai memompa pantatnya.

Gw yang sedari tadi melihat kejadian ini, jadi ikut-ikutan ngos-ngosan menahan nafsu.
Terus terang, gw jadi sangat horny melihat F istri gw di perlakukan sedemikian rupa oleh

pria lain.

Hampir 5 menit berlalu, bibir F dan A masih tetap berpagutan, saling hisap dan menjilat.

Dan mulai tampak tanda-tanda F akan segera orgasme.

Ciumannya semakin kuat. “Ackh...., ackh...., mmph..., te..rrus.., agak cepat A.”
“Mbak...F,” terdengar pelan suara A sambil mengurangi kecepatan genjotannya.
“Mbak F...., kalo’ mbak pengen sampe, mbak F harus menuruti semua keinginan saya.”

F terdiam sejenak. Birahinya mengalahkan akal sehatnya. Lalu mengangguk pelan.

“Baiklah..., saya akan buat mbak F orgasme dengan syarat mbak harus mau menelan sperma

saya. Bagaimana mbak F ?” tanya A sambil tetap memompa pantatnya.

Gila.., batinku. F pasti tidak akan meu melakukan hal itu. Selama ini dia tidak pernah mau

jika gw akan ejakulasi di mulutnya. Apalagi menelan sperma.

“Terserah kamu A. Yang penting sy bisa sampe. Puaskan sy sekarang A, please...” pinta F.
Mendengra ucapan F, gw sempat terperanjat. Tapi gw juga penasara, apa betul f mau melakukan

hal tersebut.

“Baiklah mbak.” Lalu A mulai menaikan kecepatan genjotannya. Sambil menjilat puting F.

“Yeach..., terus A. Ter..russs., yang cepat A.”
“Ackh..., nikmat sekali mbak memekmu. Ayo mbak..., ucapkan mbak kalo mbak mau menelan

sperma sy. Katakan mbak,” perintah A.

“Saya mau sperma kamu A.” “Mau apa mbak? Ucapkan yg jelas.”
“Saya mau menelan sperma kamu A.” “Kamu haus...?” “Iya..., A. Sy haus dan mau menelan perma

kamu.”

“Terus...., ohh...., nikmat sekali kontolmu A. Genjot yg cepat A. Sy udah mau sampe....,

lebih cepat lagi A.”
“Saya akan memberikan orgasme terhebat yg belum pernah kamu rasakan mbak,” balas A.

Melihat tanda-tanda F akan segera klimaks..., “Nah..., sekarang tahan nafasnya mbak,”

perintah A.

F menuruti perintah A. Dia segera menahan nafasnya. “Tahan terus mbak, jangan dikeluarkan

dulu sampai mbak sampe,” perintah A lagi.

Beberapa detik kemudian....
“Aaacchkkkk..............,” teriak F. Sungguh pemandangan yang benar-benar menakjubkan.

Mata F terpejam begitu dia memperoleh orgasmenya. Nampak sekali dia merasakan suatu

kenikmatan ML yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tubuhnya bahkan menegang keras

berbarengan dengan orgasme yang diperolehnya.

Tidak lama setelah F orgasme, tiba-tiba A mencabut kontolnya. Dan mengarahkan ke mulut F.

Sambil mengocok kontolnya dengan cepat, “Sekarang..., buka mulutnya mbak,” pinta A.

Dugaan gw meleset. Gw kira F tidak bakalan mau melakukan itu. Tapi yang gw lihat ternyata

sungguh diluar dugaan. F menuruti perintah A.

“Hisap kepala kontol sy mbak,” perintah A. Sambil mengocok dengan semakin cepat, A

menghisap dengan kuat kepala kontol A.

“Aa....ackhh....., ackh...., telan mbak. Telan semuanya.” “Tanpa ragu F istri gw menuruti

semua perintah A dengan menelan semua sperma A.

Setelah semua spermanya diperas keluar, perlahan A menarik keluar kontolnya dari mulut F.

“Bagus mbak..., bagaimana rasanya ? Nikmat bukan. Sy yakin pasti mbak suka dengan rasa

sperma sy. Karena saya bukan perokok.

F hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.

“Orgasme yg mbak alami tadi itu namanya A Little Death. Nikmat nggak?”
“Iya..., sy belum pernah orgasme senikmat itu. Ini pengalaman yg luar biasa,” jawab istri

gw.

Setelah beristirahat sejenak, lalu mereka pun berpakaian kembali. Dan gw segera pura-pura

kembali dari membeli nasi goreng.

“Ohh.., udh selesai mijatnya,” tanya gw pura-pura. “Udah Mas,” jwb A. Dan setelah ngobrol

sebentar, lalu A berpamitan pulang.

“Gimana Ma ? Enak nggak ?” pancing gw. “Lumayanlah,” balas istri gw datar berusaha menutupi

kejadian yg sebenarnya.

“Kalo rutin tiap minggu mau nggak ?” pancing gw lagi. “Terserah Mas aja.”
Istri ML dengan Tukang Pijat

0 komentar:

Poskan Komentar